Inilah Implementasi Program Persepsi Motor (PPM) di Sekolah

implementasi-program-persepsi-motorik

Program persepsi motor (PPM) sebenarnya bukan program baru dan sudah dilaksanakan oleh beberapa sekolah dalam proses pembelajaran di kelas dan luar kelas. Namun, masih ada beberapa guru yang kurang memahami bahwa pembelajaran yang diberikan pada anak didiknya yang terlihat senang, tidak tertekan, dan semangat dalam belajarnya, sebenarnya merupakan implementasi PPM dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Program itu wujudnya berupa koordinasi motorik/gerak untuk anak-anak usia sekolah dan terdiri atas beberapa aktivitas gerak yang dilakukan secara bertahap. Dalam satu kelas hingga 30 peserta didik pun PPM dapat diberikan melalui lima pengalaman gerak persepsi motor yang berbeda-beda, yaitu koordinasi mata, koordinasi organ tubuh, kebugaran, tenaga, dan keseimbangan.

Tujuan dari PPM adalah untuk mengembangkan keterampilan motorik anak-anak yang merupakan keterampilan dasar untuk melakukan berbagai kegiatan belajar di dalam kelas dan luar kelas. Jika kita amati, masih banyak anak tiba di sekolah, ternyata tidak mampu melakukan beberapa keterampilan di kelas. Hal itu terjadi karena gaya hidup mereka yang manja dan banyak dibantu oleh orangtua dan orang dewasa lain di sekitarnya. Program itu juga memberikan banyak pengalaman pada anak melalui melihat, mendengar, menyentuh, dan membuat penilaian persepsi serta bereaksi melalui urutan kegiatan mana yang anak-anak senang lakukan.

Aktivitas perseptual motor (PM) meliputi: berlari, melompat, melompat sambil berjongkok, meloncat, keseimbangan, merangkak, memanjat, melempar, menangkap, bowling, berputar-bergeser, dan lain-lainnya dengan menggunakan berbagai peralatan yang dirancang untuk keperluan tersebut. Dengan mengintegrasikan PM dalam proses pembelajaran, anak dapat mempraktikkan keterampilan tersebut dengan cara yang menyenangkan, holistik, dan terorganisasi. Perseptual motor juga dapat menunjang pemahaman anak terhadap materi pelajaran yang dipelajarinya melalui pengalaman bergerak.

Ada pun yang dimaksud dengan PPM adalah gerak holistik yang didasarkan pada pengembangan koordinasi motorik, kognitif, harga diri, keterampilan sosial, dan kemampuan yang lebih baik untuk mengatasi masalah belajar di kelas, membantu guru mengenali kebutuhan anak dalam kaitannya dengan koordinasi mata-tangan, keseimbangan, tenaga, kebugaran, dan membimbing anak-anak dalam meningkatkan daya ingat (memori) terhadap informasi yang didengar serta memberikan anak-anak strategi untuk pemecahan masalah. Kegiatannya dilakukan secara bertahap dan menyenangkan, serta merupakan aktivitas pencegahan (preventif) bukan penyembuhan (kuratif).

Dalam semua aktivitas belajar yang anak lakukan, anak menggunakan semua indera (sensori) dan pengalaman anak untuk membuat penilaian persepsi. Penilaian itu secara individual didasarkan pada apa yang anak alami secara pribadi. Itulah penilaian persepsi yang menjelaskan cara anak bereaksi terhadap pengalamannya sendiri. Ketika persepsi tentang diri, tubuh dan dunia anak berkembang dengan baik, reaksi yang muncul lebih cenderung sesuai untuk setiap situasi yang diberikan. Jadi, semakin banyak pengalaman anak dalam aktivitas persepsi motorik semakin lebih baik anak mengembangkan persepsi dan reaksi motoriknya, sehingga anak-anak menjadi lebih mudah dan senang belajar di sekolah.

Dengan melalui program persepsi motor (PPM) yang terintegrasi dalam semua proses pembelajaran, dapat menunjang keterampilan sosial dan harga diri anak agar berkembang dengan lebih baik. Anak yang memiliki persepsi motorik yang terampil, dapat terlihat ketika anak dapat beketja melalui urutan pengalaman untuk mengembangkan hasil persepsi dan motorik sesuai urutan daya memori anak.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *