Hindari Kram Otot dengan Pemanasan

kram-ototSudah bukan hal baru jika pemanasan sebelum berolah raga (atau beraktivitas lainnya) adalah hal yang penting. Namun, masih ada yang menganggapnya sepele dan meremehkan fungsi pentingnya. Saat akan bersepeda, misalnya, banyak orang yang hanya fokus mengecek kondisi sepeda daripada melakukan pemanasan. Padahal, kegiatan seperti bersepeda terutama untuk jarak yang cukup jauh dan waktu yang tidak sebentar memerlukan kerja otot yang baik. Tujuannya tentu saja agar kegiatan Anda tidak terganggu dengan nyeri otot akibat pemanasan yang kurang.

Nyeri otot alias kram biasa terjadi jika otot berkontraksi secara terus-menerus. Kontraksi otot yang terus menerus bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan tentu mengganggu aktivitas. Biasanya, kram terjadi pada otot besar seperti betis atau paha, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada otot kecil seperti perut.

Baca juga : Hati-hati Skinny Jeans Bisa Mengganggu Saraf

Meski demikian, penyebab kram belum jelas (idiopatik). Banyak yang berpendapat kram terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut dirangsang untuk kontraksi. Pada beberapa kasus, kram terjadi karena masalah atau kondisi lain seperti konsumsi beberapa jenis obat tipe diuretika. Obat untuk sakit jantung merangsang untuk terus mengeluarkan ekskresi agar beban jantung tidak terlalu berat. Saat sering buang air kecil itulah biasanya ion-ion ikut terbuang sehingga terjadi defisiensi keseimbangan elektrolit. Begitu pula bagi wanita hamil, jika sering kram itu karena mereka lebih banyak mengeluarkan natrium dan kalsium.

Logikanya, saat ion tubuh mulai berkurang akan berpengaruh terhadap pembuluh darah Kurangnya pasokan oksigen dari pembuluh darah kepada otot biasanya yang menyebabkan terjadi kram. Saat pembuluh darah membesar (vasodilatasi) mampu menyuplai oksigen lebih maksimal kepada organ. Saat terjadi vasakontriksi (pembuluh darah mengecil), bisa membahayakan karena berpotensi nyeri otot.

Baca juga : Waspadai Diarek Pada Anak

Terjadinya trauma saat berolah raga memang ada hubungannya dengan kurangnya pemanasan atau peregangan otot. Padahal tidak butuh waktu yang lama untuk melakukan pemanasan. Tergantung pada jenis olah raga yang akan dilakukan, biasanya pemanasan berkisar antara 10 menit – 15 menit. Pemanasan bisa dilakukan sesuai aktivitas yang akan dikerjakan. Untuk pesepeda, disarankan untuk melakukan pemanasan yang baik meliputi gerakan yang benar dan waktu yang cukup. Itu karena saat bersepeda ada banyak otot yang bekerja maksimal, misalnya, otot kaki untuk mengayuh, dan otot punggung untuk mempertahankan keseimbangan tubuh.

Yang lebih penting, pemanasan sangat berguna dalam menjaga trauma otot yang tidak diinginkan. Pemanasan justru menjadi lebih penting dari olah raga itu sendiri. Buat apa berolah raga jika harus mengalami keseleo atau kerusakan ligamen. Pemanasan akan memberi pelatihan pada otot sebelum otot tersebut digunakan. Istilahnya ototnya dibuat panas dulu agar lentur dan tidak kaku. Saat otot sudah lentur, ia sudah bisa menerima tekanan kontraksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *