Cara Memilih dan Menangani Bahan Pangan Untuk Keluarga

sembakoMakanan adalah sebuah hal yang tak bisa dipisahkan lagi dalam hidup manusia. Disamping sebagai sumber energi dan daya untuk keberlangsungan hidup tiap-tiap orang, makanan pun menjadi kebutuhan pokok manusia setiap harinya, sehingga kebutuhan orang pada makanan begitu mengikat. Perbedaan yang spesifik mungkin dalam hal memilih, menangani, dan mengolahanya saja, dipengaruhi oleh meningkatnya pengetahuan seseorang dalam hal ilmu gizi dan kesehatan.

Makanan yang diolah dalam bentuk apa pun tetap bermanfaat bagi kehidupan manusia asal memenuhi faktor higienis dan kandungan gizinya. Akan tetapi, makanan bukan sekadar memasukkan sesuatu ke dalam tubuh. Lebih dari itu, harus melalui beberapa tahapan pengolahan agar beberapa kandungan vitamin dan mineralnya tetap terjaga.

Pada umumnya, vitamin bisa rusak, mudah larut dalam air. Ada juga kandungan mineral (pada makanan) yang menurun karena larut dalam panas. Karena itu, cara memilih, mengolah, dan memasak makanan dengan benar akan sangat berpengaruh pada hilang tidaknya kandungan zat atau gizi yang dikandungnya.

Baca juga : Cara Membuat Kuku Bersinar Lagi

Berikut ini beberapa cara untuk memilih dan menangani bahan pangan.

Beberapa yang harus dilakukan sebelum mengolah sayur-sayuran. Sebaiknya carilah sayuran yang masih segar dan buang bagian yang sudah busuk atau tua, kemudian cucilah sayuran sebelum dipotong-potong.

Memasukkan sayuran sebaiknya setelah air mendidih. Jangan sering membuka tutup panci setelah sayuran dimasukkan agar uap tidak keluar dan sayuran lebih mudah empuk.

Jangan memotong sayuran terlalu kecil dan tipis, hindari perendaman setelah pemotongan. Hindarkan pemasakan terlalu matang, agar vitamin B dan C tidak larut dalam air.

Memilih kentang, pilihlah kentang yang memiliki lapisan epidermis yang cukup tebal, yang ditandai dengan gurat-gurat kecokelatan pada kulit kentang. Pilihlah kentang dengan tekstur yang masih keras dan belum tumbuh tunas. Hindari kentang yang lunak saat ditekan. Sebaiknya pilih kentang yang kulitnya berwarna putih kekuningan atau kuning muda.

Baca juga : Manfaat Wortel Tak Hanya Untuk Mata Lho!

Memilih mentimun, sebaiknya dipilih yang berwarna hijau muda segar, berukuran sedang, panjang 15-20 cm, diamater 3-4 cm. Hindari yang berwarna kekuning-kuningan. Mentimun yang terlalu besar selain pahit, daging buahnya tidak renyah dan kulit tebalnya lebih banyak. Hindari menyimpan mentimun dalam freezer atau lemari beku, sebab akan mengakibatkan hilangnya rasa renyah dan daging buahnya akan melembek.

Memilih ikan segar, ikan yang segar yaitu ikan yang dijual (masih dalam keadaan hidup, bisa berenang atau ikan yang baru mati beberapa jam atau dalam fase rigor mortis, yaitu fase di mana ikan masih mengejang beberapa saat setelah ikan mati, dengan masa antara 1-7 jam atau lebih lama lagi.

Perbandingan antara ikan segar dan ikan yang tidak segar. Pertama, kondisi ikan segar terbebas dari parasit-parasit apa pun, tanpa luka-luka ataupun kerusakan pada badan ikan. Sedangkan kondisi ikan busuk banyak terdapat parasit, badannya banyak luka dan patah-patah.

Penyimpanan ikan mati pada suhu beku untuk mencegah kerusakan ikan. Namun, ikan harus dibersihkan dulu tubuhnya dan dibuang isi perut serta insangnya sebelum dimasukkan dalam lemari es.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *