Fosil Kucing Besar Tertua Ditemukan Di Tibet

fosil-kucing-besar-tertua-panthera-blytheae-di-himalayaFosil kucing besar tertua Asia ditemukan di Zanda Basin, barat daya Tibet. Kesimpulan itu diambil setelah para peneliti menyelesaikan penelitian mereka terhadap fosil yang mereka temukan enam tahun lalu.

Pada Agustus 2010, paleontolog Jack Tseng dari American Museum of Natural History dan timnya, termasuk Xiaoming Wang and Juan Lui, menemukan lebih dari 100 serpihan tulang hancur yang terpendam di longsoran tebing akibat erosi sungai, termasuk tulang kucing besar itu.

Di antara serpihan tulang-tulang itu, terdapat tujuh fragmen tengkorak yang dimiliki setidaknya oleh tiga kucing besar, termasuk satu tengkorak yang hampir lengkap. Usianya berkisar dari 4,1 hingga 5,95 juta tahun.

Penemuan tersebut mengejutkan peneliti karena di daerah Basin biasanya hanya ditemukan fosil antelop dan badak, tetapi kemudian sejumlah hewan karnivora seperti rubah, musang, dan badger telah ditemukan juga.

Setelah diteliti melalui pola geografis modern dan data molekul seperti membandingkan DNA dari fosil kuno dengan tulang modern, peneliti melihat fosil kucing besar Asia itu berumur sekitar empat juta hingga enam juta tahun lalu.

Jenis kucing besar itu diberi nama Panthera blytheae. Menurut Jack Tseng, fosil kucing itu memiliki kekerabatan dengan leopard salju. Fosil kucing itu memiliki dahi yang lebar dan wajah pendek. Ukuran badannya lebih kecil, seukuran dengan macan tutul.

Jenis kucing besar dalam subfamili Pantherinae ialah singa, jaguar, harimau, macan, dan macan tutul. Mereka memiliki DNA yang berbeda dengan sepupu dari subfamili, yaitu Felinae seperti lynx, cougar, dan kucing rumah (domestik), fosil tertua dari subfamili itu ditemukan berumur sekitar 6,37 juta tahun lalu. Namun, William Murphy, seorang ahli evolusi kucing besar dari Texas A&M University, mempertanyakan fosil itu merupakan kerabat dekat dari macan tutul salju.

Menurut William, kemiripan fosil itu dengan macan tutul salju sangat lemah. Hal itu berdasarkan karakter morfologi yang berbeda dengan karakter kucing yang hidup di pepohonan. Adanya fosil yang lebih lengkap akan bermanfaat untuk menguak sejarah baru.

Penemuan fosil itu mendukung evolusi kucing besar di Asia Tengah dan penyebarannya. Penemuan tersebut juga mendukung hipotesis bahwa kucing besar berasal dari Asia, tetapi ada pembagian antara data DNA dan catatan fosilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *