Tegal Panjang, Lembah Tersembunyi yang Meninggalkan Kenangan

tegal-panjang-bandungKemasyuran sabana Tegal Panjang mulai banyak dibicarakan para penikmat keindahan alam. Tempat ini terletak dekat Kampung Payindangan, Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Untuk menuju hutan Tegal Panjang, jalur pertama yang harus anda lalui yaitu Perkebunan Teh Sedep PTPN VIII. Setelah berjalan selama dua jam anda akan tiba di sabana Tegal Panjang. Anda akan menyaksikan pemandangan hamparan rumput hijau yang terbentang luas dikelilingi gunung. Aliran sungai yang meliuk-meliuk seakan menari-nari di depan mata menyambut kedatangan pengunjung. Di sini kita merasa kecil dan tak berarti di hadapan ciptaan Tuhan.

Tegal panjang adalah lembah tersembunyi yang dipenuhi oleh ilalang. Letaknya diapit oleh Gunung Kondang, Gunung Jaya, Gunung Puntang, dan Gunung Papandayan. Dengan luas, 46.831 hektar, lembah itu terletak di Kabupaten Garut. Bagi yang hobi berkemah dan foto, di sanalah tempat yang tepat. Keheningan alam ditemani merdunya kicauan burung-burung sambil melihat ilalang yang terbentang luas membawa kita melayang dalam pelukan alam.

Untuk mendirikan tenda di sini terdapat beberapa titik. Yang paling bagus lokasinya di sebelah barat mendekati pinggir hutan yang berbatasan dengan ilalang. Selain tempatnya agak tinggi, jarak ke sungai tidak terlalu jauh dan pastinya bisa melihat secara jelas hamparan ilalang berikut cekungan dan jalur sungai yang melintasi tengah ilalang. Pada musim ke-marau, ilalang akan berubah warna menjadi kuning.

Tegal Panjang menyimpan berbagai cerita mistis. Menurut cerita seorang warga setempat, kalau beruntung, kita bisa melihat seekor banteng melintas di tengah sabana. Dahulu, seorang penduduk pernah mengantar seseorang mencari pesawat terbang latih yang jatuh di sekitar Tegal Panjang. Keindahan sabana yang terbentang luas diabadikan dengan foto untuk kenang-kenangan karena tempat itu masih jarang dikunjungi orang. Namun, sesampainya di luar Tegal Panjang, hasil foto-fotonya lenyap.

Jangan pula coba-coba memfoto babi hutan kalau tidak ingin didatangi segerombolan babi hutan. Masih menurut cerita warga, kalau musim kemarau ilalang yang terbakar tidak pernah merambat sampai membakar hutan. Selain itu, jika dilihat di ketinggian, liukan aliran sungai di sana membentuk huruf Arab dan Jawa Kuno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *