Lumba-lumba Bungkuk Jenis Baru Ditemukan

lumba-lumba-bungkukLumba-lumba bungkuk (humpback) jenis baru ditemukan di wilayah pantai utara Australia beberapa waktu yang lalu oleh tim peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS), American Museum of Natural History, dan beberapa kelompok peneliti lainnya.

Lumba-lumba humpback memiliki ciri khas berupa punuk tepat di bawah sirip punggung. Untuk menemukan lumba-lumba punggung bungkuk jenis baru ini para ilmiawan mengadakan analisis data morfologi dari lumba-lumba yang terdampar di pantai.

Peneliti menggunakan spesimen dari museum dan mengumpulkan data dari pantai untuk melihat perbedaan empat jenis lumba-lumba bungkuk dengan memeriksa mitokondria dan DNA mereka.

Secara khusus, tim meneliti bentuk fisik dari 180 tengkorak lumba-lumba bungkuk yang mewakili sebagian besar distribusi kelompok untuk membandingkan karakter morfologi.

Tim peneliti juga mengumpulkan 235 sampel jaringan dari individu di wilayah yang sama, yang membentang dari timur Atlantik ke barat Pasifik. Dari sampel tersebut, mereka menganalisis mitokondria DNA dan inti DNA untuk variasi antara populasi lumba-lumba.

Saat ini, terdata empat subjenis lumba-lumba bungkuk, yaitu lumba bungkuk Atlantik (Sousa teuszii) yang sebarannya di Samudera Atlantik bagian timur hingga Afrika, lumba-lumba bungkuk Indo Pasifik (Sousa plumbed) yang sebarannya di Samudera Hindia bagian tengah hingga ke bagian barat, lumba-lumba bungkuk Indo Pasifik (Sousa chinensis) yang sebarannya di Samudera Hindia bagian timur dan Samudera Pasifik bagian barat, dan jenis lumba bungkuk baru yang ditemukan di perairan utara Australia itu.

Menurut Howard Rosenbaum, Direktur Program WCS, adanya informasi baru mengenai jenis yang berbeda pada lumba-lumba bungkuk akan meningkatkan jumlah jenis dan menyediakan bukti ilmiah yang diperlukan untuk membuat manajemen konservasi bagi spesies itu. Hal itu juga berguna untuk melindungi keragaman genetik dan habitatnya.

Status konservasi menurut lembaga konservasi dunia atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk lumba bungkuk, khususnya lumba-lumba bungkuk Atlantik ialah rentan (vulnerable). Pada lumba-lumba bungkuk Indo Pasifik (Sousa chinensis) masuk daftar hampir terancam atau near threatened. Hilangnya habitat dan aktivitas memancing menjadi sumber ancaman bagi keberadan spesies itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *