Inilah Wujud Kulit Artifisial

kulit-artifisialKulit merupakan organ terbesar pada tubuh yang memiliki fungsi penting untuk melindungi bagian dalam. Kulit tak sekadar lapisan-lapisan tipis, tapi juga organ yang dinamis. Rambut halus dan kelenjar minyaknya mengatur suhu tubuh.

Mengingat pentingnya fungsi kulit, ketika terjadi luka ataupun terbakar, harus diganti melalui proses transplantasi kulit. Kulit pengganti ideal berasal dari bagian lain pasien itu sendiri. Jika tidak tersedia, kulit artifisial dapat digunakan. Kulit semacam itu biasanya terbuat dari kolagen dan dibalut sel induk.

Di Amerika, lebih dari 5.000 operasi transplantasi kulit dilakukan setiap tahun. Sebagian besar oleh para penderita luka kulit ataupun donor kulit. Namun, teknik itu dinilai menghasilkan kulit yang tidak memiliki fungsi serupa dengan aslinya.

Ketika kita mengalami luka, cairan akan terakumulasi di sekitar luka untuk membantu proses penyembuhan. Sistem kelenjar getah bening alami mampu mengarahkan cairan itu kembali ke pembuluh darah. Berbeda dengan kulit asli, kulit artifisial tidak memiliki jaringan pengangkut semacam itu. Tanpa bisa mengatur cairan, kulit buatan bisa mati dan mesti diganti.

Sekarang, orang bisa bernapas lega dengan hasil penelitian terkait kulit buatan yang dilakukan oleh Daniela Marino baru-baru ini. Marino yang berasal dari University Children Hospital Zurich, Swiss, berhasil melakukan uji coba kulit buatan yang dinilai dapat berfungsi dengan baik secara biologis.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Marino menunjukkan kulit artifisial mampu berfungsi semirip mungkin dengan kulit asli. Zat semacam gel dilepaskan dan bercampur dengan darah serta sel kelenjar getah bening dalam proses inkubasi.

Setelah itu, kulit ditransplantasikan kepada subjek uji coba. Ternyata kulit artifisial dapat berfungsi, bahkan mampu meregulasi cairan dengan baik. Namun, teknik itu disangsikan, khususnya bila diterapkan kepada manusia. Korban luka bakar dianggap bisa saja mengambil kulit pengganti dari bagian tubuh mana pun, tanpa perlu kulit buatan.

Hingga kini belum ada percobaan terhadap manusia yang dijadwalkan untuk transplantasi kulit artifisial itu. Marino berharap akan segera terlaksana uji coba terhadap manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *