Fosil Saraf Kuno Terlengkap Ditemukan di China Selatan

fosil-saraf-kuno-terlengkapAlam memang sangat luas dengan penghuninya yang sangat beragam. Hal ini yang membuat para peneliti tak lelah mengungkap misteri yang tersembunyi di baliknya. Peneliti berhasil menemukan fosil hewan artropoda yang ditemukan di China Selatan, lengkap dengan fosil otaknya yang terawetkan dengan baik. Fosil kuno itu merupakan bagian dari genus Alalcomenaeus, kelompok yang memiliki tubuh bersegmentasi atau berbuku-buku dengan selusin kaki yang dapat membuat makhluk itu berenang atau berjalan.

Jenis Alalcomenaeus hidup pada 520 tahun lalu di periode Lower Cambrian dan merupakan kelompok hewan yang dikenal sebagai megacheirans (dalam bahasa Yunani) yang berarti cakar besar. Fosil itu menunjukkan bukti yang jelas bahwa otak dan tali saraf berjalan melalui sistem saraf tersebut. Hewan itu memiliki sistem saraf yang rumit dan itu menandakan hewan telah memiliki bentuk lebih maju.

Otak hewan itu tersusun atas tiga bagian dan terlihat mirip dengan laba-laba, kepiting, dan serangga-serangga tertentu di masa modern ini. Sistem saraf itu cenderung mirip dengan kelompok utama hewan.

Menurut Greg Edgecombe dari Natural History Museum, London, sistem saraf merupakan salah satu alat yang lebih mungkin untuk mencari bukti-bukti jaringan saraf melalui fosil hewan. Spesimen itu juga membuktikan nenek moyang laba-laba dan kalajengking ternyata masih berhubungan, tetapi berpisah lebih setengah miliar tahun lalu.

Artropoda raksasa itu merupakan kelompok makhluk berkaki banyak dengan cakar besar yang tumbuh di kepala mereka. Peneliti menggunakan alat pemindai untuk mengetahui proses evolusi di antara jenis artropoda lainnya. Tim peneliti juga menggunakan software 3D untuk melihat struktur yang tidak terlihat pada permukaan fosil.

Menurut Edgecombe, adanya akses ke sistem saraf itu memungkinkan mereka mempelajari lebih lanjut hubungan atau keterkaitan evolusi yang sangat kuno menggunakan fosil jenis yang sama dari informasi yang akan digunakan untuk kehidupan hewan.

Menurut Nicholas Strausfeld dari Universitas Arizona, AS, megacheirans memiliki sistem saraf pusat yang sangat mirip sekali dengan jenis kalajengking dan belangkas (kepiting ladam) zaman sekarang. Nah, dari adanya kemiripan itu berarti laba-laba kuno dan kerabat mereka hidup berdampingan dengan nenek moyang krustasea (crustacea).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *