Cara Mengenalkan Nilai Islam pada Buah Hati

mengenalkan-nilai-islam-pada-buah-hatiBagi pecinta sinetron era 90-an, Anda mungkin tak asing lagi dengan nama Sahrul Gunawan. Artis kelahiran Bogor, Jawa Barat, itu sempat dikenal masyarakat luas lewat aktingnya di sinetron Jin dan Jun, juga lewat kebolehannya sebagai penyanyi. Sampai sekarang, kesuksesannya masih terus bersinar dengan menjalankan biro perjalanan haji dan umrah yang ia dirikan sejak 2005 lalu.

Walaupun berstatus artis sekaligus pebisnis, Sahrul tidak lupa dengan perannya sebagai Ayah dan imam dalam keluarga. Nilai-nilai Islam selalu ia tegakkan dalam membangun keluarga yang harmonis, taat beragama, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Bagi Sahrul, kesuksesan yang telah diraih tidak terlepas dari peran dan kasih sayang yang diberikan istri serta anak-anaknya.

Menurut Sahrul, kehadiran anak menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas diri. Seorang ayah dan ibu harus bisa memahami dan menjalankan nilai-nilai kebajikan sesuai dengan tuntunan Rasululah SAW.

Melalui hal-hal kecil, Sahrul berusaha mendidik anak-anaknya. Seperti membiasakan salat, menerapkan sunah Nabi saat makan, dan berpuasa. Makan dengan tangan kanan, mengajak anak untuk berbagi kepada orang yang membutuhkan, dan salat berjemaah ia lakukan untuk mendidik anak secara syariah. Tak hanya itu, ia juga memberikan hadiah kepada anak-anak ketika berhasil menjalankan ibadah puasa yang bertujuan memberikan motivasi kepada mereka. Ia juga mengajak anak ke masjid supaya mereka tahu bagaimana suasana masjid dan memberitahu pada hakikatnya laki-laki paling utama shalat berjemaah di masjid.

Saat sedang aktif-aktifhya bermain sinetron sekaligus juga sebagai penyanyi, Sahrul bisa dikatakan merupakan artis yang berada di level top position. Namun, dibalik semua itu ia tidak merasakan kesenangan sedikit pun.

Berada pada level top position tidak membuat ia merasakan kesenangan, justru seperti ada hal yang hilang. Akan tetapi, ketika pada sebuah kesempatan waktu kosong yang ia manfaatkan dengan berangkat umrah, ia merasakan seperti terlepas dari hal-hal negatif. Karena itulah, kemudian ia mulai melirik bidang umrah dan haji untuk dijadikan bisnis. Melalui bisnis itu ia mendapat dua keuntungan, yaitu di dunia dan di akhirat.

Sebagai orangtua dirinya sadar benar bahwa lingkungan yang tidak baik bisa memberikan pengaruh negatif pada anak. Ia mencontohkan, banyak kejadian di luar negeri, anak-anak sulit berkomunikasi karena terlalu banyak bermain internet lewat gadget. Karena itulah, ia selalu berusaha membangun komunikasi yang baik dengan anak.

Meski demikian, ia tidak antiteknologi. Justru, ia memanfaatkan teknologi sebagai sarana mendidik anak-anaknya. Sejak anak-anaknya berusia 3 tahun, dia mengenalkan pendidikan agama lewat video dan buku. Ia menjelaskan mengenai Allah yang menciptakan kita. Juga tidak henti-hentinya menjelaskan figur Rasulullah, para sahabat Nabi, dengan segala mukjizat yang Allah berikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *